Sabtu, 24 Mei 2014

Selesai..

Dan akhirnya aku memilih menghentikan paragraf.
tak menulisnya lagi dengan cerita yang mungkin terlalu dipaksakan.
yang setiap cerita aku hanya ingin bahagia saja.
tanpa sedih atau pun luka.
dan untuk kesekian kali aku selalu begini.
ingin memadukan kalimat tanpa spasi. tanpa titik koma ataupun jeda.
Ah..
mana mungkin bisa seperti itu bukan?
mana mungkin diterima pembaca atau si pembuat cerita sebenarnya.
baiklah..
hentikan saja cerita diparagraf kita.
mari kita mulai mengeja bagaimana alur yang tercipta.
biarlah jadi kenangan di ruang bernama hati.
untuk kini dan nanti..

Vivi Ar
#di bawah langit
25 mei 14

Kamis, 22 Mei 2014

Malam

Malam itu gelap.
kadang terlalu pekat.
sunyi pun menyayat-nyayat.
lalu tak perlu kau memaki.
mengrutui.
hingga malam hilang bentuk.
hilang arti.
hilang segala yang kau minati.
karena disudut bumi sana.
mungkin ada yang telalu cinta.
rindunya selalu menjelma.
kehadirannya menghilangkan penat yang memenuhi rongga-rongga.
yaa..
seharusnya kau belajar mencintai.
menyukai.
menyayangi.
si malam yang setia bertandang.
meski tak semua mau memandang.

Vivi Ar
22 mei 2014
#dilorong malam

Sabtu, 03 Mei 2014

Teruntuk "AKU"

AKU harus tau..
tak semua yang AKU inginkan akan sesuai dengan yang AKU mau.
AKU juga harus sadar..
tak semua yang AKU lakukan orang akan memperhatikan.
AKU harus percaya..
Semua akan berjalan sesuai kadarnya.
tak ada yang berlebihan. tak ada yang kekurangan.
AKU pun harus mengerti..
tak semua orang akan peduli dengan semua yang AKU alami.
tak semua orang memahami.
dan AKU seharusnya sudah paham.
semua orang punya keribetan.
punya kesulitan.
punya berbagai pemikiran.
yang kadang tak sempat memikirkan apa yang ingin AKU ceritakan.
AKU..
yaa..
AKU..
memang siapa yang lebih setia, pengertian, dan yang paling tau selain TUHAN?
AKU kembali padaNya yang tak akan pernah membuat kecewa :’)

Vivi Ar
03 Mei 2014
#Di sela-sela senja

Jumat, 02 Mei 2014

Sampai kapan sih kita bersama?

Memang seberapa lama lagi sih kita bersama?
entah besok.
lusa.
hari yang akan datang.
bulan yang akan berselang.
atau tahun yang akan menjelang.
mungkin kita akan saling kehilangan.
menangisi setiap kejadian.
jadi...
tak perlu lagi pertemuan kita diselingi cemburu.
ragu.
ribut.
marah.
tak suka.
atau apalah sejenisnya.
karena akan menguras cinta.
toh kebersamaan kita pun tak kan lama.
tak kan bersama selamanya.
jadi nikmati saja setiap waktu yang ada.
mungkin untuk menambah cinta.
sayang.
kasih.
setia.
atau apapunlah namanya.
toh sampai kapan sih kita bersama?
mari kita tambah kadar cinta saja.
tanpa harus menguranginya.

Vivi Ar
#Sahabat, Suami-istri, Keluarga dll
Disudut kamar 03 Mei 2014

Kamis, 01 Mei 2014

Hai Mei..

Hai mei..
Senang bisa bertemu denganmu kembali.
merasakan suasa pagi, masih dengan lukisan langit seperti kemarin hari.
hai mei..
mari kita sketsa bulanmu penuh warna.
kau suka warna apa?
jingga?
abu-abu?
merah?
biru?
oh..
atau kita satukan saja seperti pelangi?
ada berbagai warna itu yang akan terlihat cantik.
ya..
kau selalu setuju denganku bukan?
Emm..
lalu jika sudah berwarna, akan kita gambar apa?
mendung disaat musim hujan?
matahari disaat musim panas?
daun disaat musim gugur?
atau...
bunga disaat musim semi?
oh..
atau kita samakan saja semuanya?
agar terlihat adil.
ku yakin. lagi-lagi kau setuju denganku. iya kan?
Eh mei..
tapi kita jangan lupa.
kau dan aku berada di skenarioNYa
mengsketsa boleh-boleh saja.
namun hasilnya?
DIA lebih tau dari kita.

Vivi Ar
01 Mei 2014
Selamat datang bulan Mei ^^

Rabu, 30 April 2014

Kau tau apa?

Kau tau apa?
aku tertawa, belum tentu aku bahagia.
senyumku sumringah, belum tentu dihatiku juga sama.
kau tau apa?
Aku sibuk menghabiskan waktu, belum tentu aku suka.
aku banyak teman, belum tentu aku nyaman.
kau tau apa?
aku rajin membaca, belum tentu itu kemauanku saja.
aku sering menulis, belum tentu aku orang yang dramatis.
kau tau apa?
aku sering mendiamkanmu, belum tentu aku tak rindu.
aku kadang tak bicara, belum tentu aku tak suka.
Ah..
kau tau apa?
dihatiku.
kaulah teristimewa.

Vivi Ar
30 April 2014

Minggu, 27 April 2014

Tuhan

Tuhan.
pagi ini aku melihat salah satu hambamu.
mengais rezeki tanpa malu.
dipinggir jalanan.
dimana orang ramai berlalu lalang.
Tuhan.
dia tidak peduli kanan kiri.
terus mengais rezeki.
rasa malu dan mindernya mungkin telah mati.
Ah.. semakin mengerdil diri ini.
Tuhan.
engkau seadil-adilnya pemberi.
tidak pernah pilih kasih.
Tuhan.
murahkanlah rezeki untuknya.
lindungilah ia dan keluarganya.
Ah..
Semoga kami berjumpa disurga :’)

Vivi Ar
28 April 2014